Cinta

Cinta merupakan karunia dari Sang Pencipta. Konon dengan anugrah yang disebut sebagai cinta ini, kehidupan semakin terasa indah. Taufiq DJ menerangkan cinta adalah anugerah terindah dalam hidup manusia. Karena dengan adanya cinta dalam diri, hidup manusia akan terasa indah (Taufiq DJ, 2006: 7). Berkenaan dengan cinta, seorang tokoh sufi yang bernama Jalaludin Rumi memberikan pandangannya, ia mengatakan bila tak ada cinta, maka bekulah dunia (Muhammad bin Asy Syarif, 1997: 4). Agaknya cukup sulit untuk menerjemahkan perasaan jatuh cinta ke dalam sebuah kata. Sebut saja kata bahagia, gembira, senang, berdebar-debar, bergetar, khawatir, takut kehilangan, cemburu, rindu, ingin selalu bersama, berbunga-bunga, tetap saja belum dapat mewakili seluruh nuansa jatuh cinta.

Abdul Mujib menerangkan, “rasa cinta sangat subjektif, spesial dan sulit digeneralisasi pengertiannya. Hal ini dapat diibaratkan; jika terdapat tiga pasang individu yang bercinta maka terdapat tiga pengertiannya (Abdul Mujib, 2004: 1). Pernyataan Abdul Mujib tersebut menunjukkan bahwa tiap orang akan memiliki definisi sendiri-sendiri dalam mengartikan cinta. Antara individu satu dengan yang lain mungkin akan berbeda-beda dalam mengungkapkan dan mendefinisikan makna cinta.

Cinta dalam pembahasan ini adalah cinta yang berkaitan dengan hubungan antara dua individu, khususnya yang dialami remaja. Cinta seperti ini biasa disebut juga dengan cinta terhadap lawan jenis, para remaja bilang naksir terhadap lawan jenis. Secara sederhana cinta terhadap lawan jenis dapat dikatakan sebagai perasaan suka/ naksir yang dirasakan seorang pemuda terhadap seorang gadis atau sebaliknya, seorang gadis terhadap laki-laki. Raymond Tambunan, Psi mengungkapkan cinta dalam sebuah hubungan ini tidak selalu berada dalam konteks pacaran/ perkawinan (http:/www.e-psikologi.com/remaja/cinta htm; 2007).

Cinta pada masa remaja merupakan pengalaman yang menarik dan unik. Abdul Mujib menuliskan, cinta seperti itu merupakan fitrah dari perkembangan psikis manusia, juga merupakan suatu pengalaman hidup yang mesti dilalui dan dirasakan. Itu adalah cinta yang pertama dan utama, satu pengalaman cinta yang paling terkesan dalam hidup (Abdul Mujib, 2004: 17).

Bagi kebanyakan orang jatuh cinta merupakan pengalaman pribadi yang unik dan menarik. Namun demikian hendaklah seeorang mencintai kekasihnya dengan memperhatikan moral, etika, estetika, dan keikhlasan seperti pesan bijak yang disampaikan Taufiq DJ berikut ini; Cintailah sesuatu dengan penuh etika, estetika, dan keikhlasan, karena cinta yang tanpa etika, estetika dan keikhlasan hanya akan berakhir di pembaringan penyesalan (Taufiq DJ, 2006: 8). Abdul Mujib mengutip dalam dictionary bahasa Inggris, kata cinta (love) memiliki arti sebagai berikut:

  1. Rasa kasih sayang yang lembut dan mendalam serta perhatian terhadap seseorang yang timbul dari kebaikan hati atau rasa untuk memiliki.

  2. Hasrat dan rasa keterkaitan yang kuat terhadap seseorang yang ditakdirkan untuk bersama dalam emosi, seks, dan asmara.

  3. Sentuhan emosi yang mendalam.

  4. Istilah yang sering digunakan untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.

  5. Suatu ekspresi dari rasa kasih sayang seseorang, sehingga terucap “sampaikan cintaku kepadanya”.

  6. Rasa suka atau antusiasme yang kuat.

  7. Hasrat seksual atau hubungan seksual.

  8. Anugrah yang diberikan oleh Tuhan (Abdul Mujib, 2004: 2).

Menurut Abdul Mujib, cinta memiliki tiga unsur utama, yaitu rasa perlekatan (“sulit bagi saya untuk hidup tanpa …”), rasa ingin memperhatikan orang lain (“saya akan melakukan apa saja untuk …”), dan rasa percaya (“saya rasa, saya dapat mempercayai …. dalam hampir segala hal”). Dengan demikian, cinta adalah kelekatan jiwa individu pada individu lain yang ditopang oleh perasaan saling memperhatikan, sehingga keduanya saling mempercayai satu dengan yang lain (Abdul Mujib, 2004: 3).

Dari pengertian cinta di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa cinta merupakan suatu perasaan kuat penuh kasih sayang atau kelekatan yang dialami individu pada individu lain yang ditopang oleh perasaan saling memperhatikan dan mempercayai sehingga timbul keinginan untuk membina hubungan emosi maupun fisik dan adanya keputusan untuk menjalani kehidupan secara berkesinambungan dan bersama-sama.

Bagaimana dengan anda??? 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar